Permainan Anak Indonesia Yang Mulai Ditinggalkan

Ciple Gunung



Permainan dimulai dengan melempar gacoan di kotak terendah. Batu yang dilempat tak boleh keluar garis dan harus di dalam kotak. Bila batu tak masuk kotak dianggap mati.

Bila batu sudah masuk kotak, pemain harus lompat satu kaki dan tak boleh menyentuh batu gacoan. Pada kotak ganda, no 4-5 dan 7-8, kaki langsung dua tanpa loncat. Setelah sampai puncak, kembali ke titik awal sambil mengambil batu gacoannya.

Kalau batu gacoan nyampe gunung, yaitu no 9, ambil batunya dengan membelakangi batu tersebut dengan diraba-raba. Abis itu lembar batu ke atas gunung, kaki di no 7-8 lompat dan injak batu itu. Setelah batu diambil lempar ke titik awal.

Pemain lompat lagi ke arah batu. Kalau sudah selesai pemain akan dapat bintang pada kotak sesuai urutan nomor. Yang ada bintangnya dianggap sebagai rumahnya sendiri dan pemain lain tidak boleh melewati. Kalau pemainnya terlalu banyak atau salah satu pemain belum punya bintang, sehingga tidak bisa meloncati beberapa kotak maka boleh dibuat jalan alternatif atau tangga alternatif agar pemain itu dapat menjangkau lompatannya

Bongkar Pasang



Bongkar Pasang adalah gambar sosok dua dimensi yang dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan gambar pakaian dan asesorisnya.

Boneka kertas ini muncul pertama kali di Paris pada abad 18, pada masa pemerintahan raja Louis XV. Awalnya berupa gambar artis yang sedang populer pada waktu itu. Diperuntukkan memang untuk permainan yang bisa dibongkar pasang alias tidak permanen. Dalam perkembangannya permainan ini menyebar dengan berbagai karakter seperti, bintang film, tokoh komik, dan yang paling populer sosok boneka barbie

Bekel

Bekelan berasal dari bahasa Belanda, bikkelen. Permainan ini masih saudara dengan gathengan. Kalau gathengan hanya menggunakan batu kerikil, bekelan menggunakan seperangkat alat khusus yang dinamakan bekel. Bekel ini terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel berbentuk logam. Ada yang terbuat dari kuningan, dan ada yang terbuat dari bahan timah.

Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba. Sekarang dibuat dari logam. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel.

Logam ini memiliki bentuk yang khas. Terdiri dari permukaan kasar yang
ditandai dengan lubang-lubang kecil di permukannya berjumlah lima titik, permukaan halus yang ada tanda silang atau polos sama sekali, permukaan atas yang ada bintik merahnya, dan permukaan bawah yang tidak ada tanda catnya.

Permainan ini dilakukan dengan cara menyebar dan melempar bola ke atas dan menangkapnya setelah bola memantul sekali di lantai. Kalau bola tidak tertangkap atau bola memantul beberapa kali maka pemain dinyatakan mati.

Pertama, pemain menggenggam seluruh biji bekel dan menyebar seluruhnya ke lantai sambil melemparkan bola bekel ke atas dan menangkapnya. Biji bekel diambil satu-satu sampai habis. Ulangi lagi menyebar seluruh biji bekel dan diambil 2 biji bekel, diambil dengan 3 biji bekel, diambil 4 biji bekel, terakhir lima biji bekel diraup sekaligus.

Langkah kedua, Balik posisi bekel menghadap ke atas semua satu persatu. Ulangi terus sampai seluruh permukaan bekel menghadap ke atas semua. lalu ambil satu bekel, ambil 2 biji bekel, ambil 3 biji bekel, ambil 4 biji bekel, terakhir raup seluruh biji bekel.

Langkah ketiga , balik posisi biji bekel menghadap kebawah dan ulangi langkah sepertei langkah kedua dengan mengambil biji bekel 1, 2, 4, dan seluruhnya.

Langkah keempat, balik seluruh posisi bekel bagian permukaan yang halus menghadap ke atas lalu ambil biji bekel seperti langkah ketiga.

Langkah kelima, balik posisi bekel posisi permukaan kasar menghadap ke atas semua, lalu ambil biji bekel seperti langkah sebelumnya,

Langkah terakhir dinamakan Nasgopel. Balik posisi biji bekel mengahadap ke atas semua, kemudian balik lagi semuanya menghadap kebawah semua, terus permukaan halus menghadap ke atas semua, dan terakhir balik satu persatu permukaan kasarnya menghadap ke atas semua. Raup seluruh biji bekel dalam sekali genggaman. Bila ada kesalahan dalam langkah nasgopel ini pemain harus mengulang ke langkah awal nasgopel. Pemain yang bisa melewati tahap ini dinyatakan sudah menang dan berhak untuk istirahat sambil menonton teman-temannya yang belum bisa menyelesaikan permainan.

Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan, minimal dua orang. 
Paling sebel kalau ditonton laki-laki. Mereka biasanya mengganggu agar hilang konsentrasi dan melakukan kesalahan. Kalau ada yang mati mereka akan teriak kegirangan

Bedil-bedilan

Dibentuk seperti senapan, dibagian ujungnya dipasangi karet pentil sepeda. Di bagian pangkalnya dipasangi penjepit terbuat dari kayu. Pelurunya dari buah tanaman klorak.

Tangkai buah klorak dijepit di pangkal senapan, sehingga buahnya menonjol dan karet pendek ini ditarik dan dikaitkan ke bonggolnya. Jadi kalau kita ingin menembak orang maka cukup tekan pelatuk atau penjepitnya maka terlontar buah klorak itu dari senapan kayu ini

Benteng-Bentengan


Dalam permainan ini seluruh anggota dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing punya benteng. Jarak antar benteng sekitar 10 meter.


Setiap kelompok harus mempertahankan bentengnya masing-masing. Selain menyerang benteng lawan kita juga dapat menawan anggota lawan. Bila personal kita dapat bisa memegang kelompok lawan yang berkeliaran, dia jadi tawanan kita.

Untuk membebaskannya, kelompok lawan harus berani mendatangi kubu kita dan menyentuhnya tanpa tersentuh oleh kita. Kita tidak boleh tersentuh oleh lawan. Kalau tersentuh oleh lawan kita akan juga jadi tawanannya.

Titik kemenangan terletak jika kita dapat menyentuh benteng lawan

Yoyo

Yoyo berasal dari Greece (negeri Yunani), sekitar 500 Sebelum Masehi. Yoyo pada awalnya terbuat dari kayu, logam, atau gerabah. Sudah menjadi kebiasaan, ketika seorang anak menuju dewasa ia akan mempersembahkan mainannya sewaktu masih muda kepada dewa. Yoyo kuno ini sekarang masih tersimpan di Museum Nasional Athena.

Dalam catatan sejarah sekitar abad 16, para pemburu hewan dari Filipina biasa memanjat pohon dan mengikatkan tali ke batu sepanjang 20 feet untuk dilemparkan ke hewan buruan. Menurut Scientific American yang terbit tahun 1916, istilah yoyo berasal dari bahasa Filipina yang berarti "ayo-ayo".

Membutuhkan ketrampilan untuk memainkan permainan yoyo ini.Ada banyak variasi memainkan permainan ini.

Ada yang cukup dilempar ke bawah dan yoyo akan naik kembali ke tangan kita lagi, terus dilempar lagi. Bagi yang sudah jago ada yang dilempar mendatar, atau bahkan dilempar ke atas. Atau dilempar mendatar di permukaan tanah dan yoyo bisa kembali lagi ke tangan. Malah ada yang jahil dengan diarahkan atau dilemparkan ke anak-anak perempuan.

Wacana permainan rupanya sedang disukai oleh para politisi. Gara-gara ucapan Megawati yang mengkritisi kebijakan ekonomi Presiden SBY yang dianggapnya seperti yoyo. "Naik-turun naik-turun. Dilempar kesana kemari. Kelihatannya indah tapi pada dasarnya tak menentu," ujar Ketua Umum PDI Perjuangan ini dalam Rapat Kerja Nasional PDIP di Solo

Polisi - Maling

Permainan ini minimal anggotanya dalam satu kelompok ada 4 orang. Terdiri dari dua kelompok.

Pertama-tama yang harus dilakukan, perwakilan kelompok maju ke depan untuk suit. Lalu, kelompok yang jadi maling harus mencari tempat persembunyian yang dirasa paling aman. Dengan syarat, meninggalkan jejak berupa panah disetiap jalan yang dilaluinya. Dengan kapur tulis digambar tanda panah untuk memberi petunjuk ke kelompok polisi. Bisa di dinding, pohon , maupun perempatan yang dilaluinya. Gambarnya dibuat tidak terlalu gamblang, biar tidak mudah ditemukan oleh lawan.

Selama kelompok maling mencari tempat persembunyian, kelompok polisi menunggu.

Saat kelompok polisi mencari jejak kelompok maling untuk menangkapnya. Setiap tanda panah yang sudah dilewati harus disilang agar tidak dilewati lagi untuk yang kedua kalinya. Dan, bila sudah tertangkap maka kelompok maling harus berjaga dan menjadi kelompok polisi demikian berganti-ganti. Tetapi, bila kelompok polisi tidak berhasil menemukan kelompok maling dan menyatakan menyerah, maka permainan dapat diulang lagi dan kelompok maling dapat ngumpet lagi untuk kedua kalinya

Masih ada yang lain seperti Gundu, Gobak Sodor, Petak Umpet, Tak Jongkok, Congklak, Dll,

Sebenernya permainan kampung atau jaman dulu seperti di atas sangat baik untuk mengembangkan potensi diri seperti kesabaran, kerjasama, kepemimpinan, kegigihan, dan banyak hal lain. Tapi seiring banyaknya mainan modern, permainan ini mulai ditinggalkan.






Sumber : http://pretta-pretty.blogspot.com/2010/08/permainan-anak-indonesia-yang-mulai.html

Alam Semestapun Turut Berdzikir, Mengapa Kita Tidak?

Subhanallah, Semesta pun Berdzikir, Semua Karena Kekuasaan Allah Sang Pencipta Alam Semesta Besera Seisinya. Pada posting kali ini ada beberapa foto tentang kekuasaan Allah. Silahkan Simak selengkapnya.

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”

(Al Quran : (17) Al Israa’ : Ayat 44)

Sebagaimana kita ketahui, ayat-ayat Allah itu ada dua macam. Pertama, ayat-ayat Allah yang terucap. Bentuknya berupa Firman Allah yang tersurat dalam Al Qur’an. Kedua, ayat-ayat Allah yang tercipta. Bentuknya adalah alam semesta beserta isinya, yang menjadi bukti kalau Allah itu bersifat Wujud (ada).

Selanjutnya, mungkinkah ada “ayat-ayat yang terucap” ada di dalam “ayat-ayat yang tercipta?”. Jawabnya, sangat mungkin. Tidak percaya? Lihat saja, begitu banyak keganjilan-keganjilan di alam ini yang menjadi bukti kebenaran Ilahi. Banyak sekali gambar-gambar alam yang memperlihatkan bahwa Allah adalah Tuhan satu-satunya yang harus disembah oleh umat manusia. Dan Rasulullah adalah benar utusan-Nya yang membawa risalah islam untuk seluruh makhluk (rahmatan lil ‘alamin).

Banyak cara agar hidayah diperoleh oleh seseorang. Keajaiban tulisan Allah dan lain-lainya merupakan sebuah bentuk hidayah secara tidak langsung untuk meyakini bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.Bukan hanya itu, banyak sekali kejadian-kejadian dan keajaiban yang sulit dicerna oleh akal sehat. Namun lagi-lagi kita harus meyakini, semuanya adalah perkara mudah bagi Allah. Kun fayakun…

“Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

(Al Quran : (61) Ash Shaff : Ayat 1)

Berikut beberapa contoh gambar “aneh bin ajaib” yang aku dapatkan dari internet. Simak ya!

1. DAN POHON PUN IKUT SHALAT, ( Lalu bagaimana dengan manusia ? )

Ini adalah gambar yang diambil di sebuah hutan dekat Sidney Australia. Sebuah keajaiban yang membuat decak kagum bagi siapa saja yang melihatnya. Sebuah pohon menyerupai persis orang yang sedang ruku’ menunaikan ibadah shalat. Yang lebih mengherankan lagi, arah pohon itu persis ke arah kiblat menuju Ka’bah Masjidil Haram di Makkah Al Mukaramah. Sungguh telah nyata kebenaran Islam sebagai agama yang sebenarnya. Subhanallah!

2. SYAHADAT POHON

Cabang-cabang pohon merangkai kata-kata dalam tulisan Arab “Laailaaha illallah, Muhammadur Rosuulullah” (Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad Utusan Allah) yang ditemukan di sebuah pekarangan di wilayah Jerman. Banyak orang Jerman memeluk Islam setelah menyaksikan keajaiban alam ini. Pemerintah Jerman akhirnya membuat pagar baja di sekeliling pekarangan tersebut untuk mencegah orang yang datang dan menyaksikan keajaiban alam ini.

3. SARANG LEBAH BERHIASKAN ALLAH

Satu lagi keajaiban alam yang membuat decak kagum kita dan tak henti-hentinya untuk mengucapkan subhanallah. Pada sebuah sarang lebah terukir dengan indah tulisan ALLAH dari madu-madu yang menempel padanya. Subhanallah, maha suci Allah atas segala keajaiban yang terjadi di alam ini.

4. TULISAN ALLAH PADA TANAMAN DAN AWAN

Secara mengejutkan sebuah tulisan ALLAH nampak terangkai indah pada batang-batang sebuah tanaman sejenis kaktus. Subhanallah. Masih belum reda kekaguman kita, tulisan ALLAH juga terukir indah di langit cerah yang dibentuk oleh awan-awan putih jenis cumulus ini. Inilah keajaiban alam yang Allah ciptakan untuk menyadarkan ummat akan kebenaran Islam sebagai satu-satunya agama yang diridloi-Nya.

5. SYAHADAT IKAN

Cerita tentang ikan bermula ketika Mr. George Wehbi, seorang penganut Kristen menyalurkan hobby memancingnya di Dakar (Ibukota Afrika Barat). Dia menangkap banyak ikan. Ketika dia pulang ke rumah setelah memancing, istrinya melihat sebuah ikan besar yang aneh dengan panjang 50 cm di antara ikan-ikan yang dibawa suaminya. Pada tubuh ikan tersebut, tertulis tulisan arab yang tidak mereka mengerti. Merasa heran dan penasaran, Mr. George membawa ikan tersebut kepada Sheikh Al Zein. Setelah membaca tulisan tersebut, dengan yakin Sheikh mengatakan bahwa tulisan tersebut asli, bukan buatan manusia tetapi ciptaan Tuhan dan telah ada semenjak ikan itu lahir. Sheikh itu membaca tulisan arab yang terpampang pada perut ikan yang artinya: “Pelayan Allah”, tulisan “Muhammad” di dekat kepalanya dan dan tulisan “Utusan-Nya” pada bagian ekornya. Subhanallah. Ikan tersebut telah bersaksi bahwa Nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah…

6. MASIH BERDIRI MESKI GEMPA BUMI & TSUNAMI

Sebuah mesjid tetap berdiri setelah terjadinya gempa bumi di Turki. Semua bangunan disampingnya banyak yang hancur akibat bencana alam yang terjadi di sebelah barat Turki kota Golcuk, 60 mil dari Istanbul pada 9 Agustus 1999. Sungguh, Allah telah menyelamatkan masjid-Nya dari bencana alam.

Keajaiban seperti itu juga dapat kita saksikan ketika bencana Tsunami 26 Desember 2004 yang melanda Aceh beberapa waktu lalu.

Ketika semua bangunan rata dengan tanah, secara mengejutkan sebuah bangunan mesjid berukuran kecil masih tegak berdiri kokoh di wilayah Meulaboh. Secara logika, kejadian ini sungguh di luar akal.

Bencana yang menelan korban hampir 200.000 jiwa di beberapa negara ini ternyata tidak berperangaruh pada sebuah mesjid kecil.

Subhanallah, Maha Suci Allah. Mungkin Dia mengingatkan agar kita kembali beribadah kepada-Nya saja!

7. LABU YANG MENGAJAK BERIMAN

Sebuah labu unik ditemukan dengan tulisan arab dikulit terluarnya. Tidak terlalu jelas, namun sepertinya tulisan Arab itu berbunyi : “Aamanuu Billah..” (Berimanlah kepada Allah…). Subhanallah.Lagi-lagi keajaiban alam tidak berhenti mengingatkan manusia untuk terus beriman dan percaya akan kebenaran Islam, sebagai agama yang diridloi-Nya.

Aku benar-benar kagum dengan keajaiban di atas. Bagaimana dengan anda? Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

8. GELOMBANG TSUNAMI PUN BERLAFADZKAN ALLAH…

9. TELUR PUN IKUT BERDZIKIR

10. LEDAKAN API PUN IKUT BERDZIKIR

11. TELINGA BAYI PUN BERLAFADZKAN ALLAH…

12. MANGGA PUN JUGA INGIN BERDZIKIR…


13. DAUN PUN TAK MAU KALAH.. JUGA IKUT BERDZIKIR…


14. ALAM SEMESTA PUN BERTAWAF


“Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

(Al Quran : (57) Al Hadiid : Ayat 1)

“Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

(Al Quran : (24) An Nuur : Ayat 41)


Sumber -> http://www.tongberisi.net/2010/08/alam-semestapun-turut-berdzikir-mengapa.html#top

Pembuat Lambang Garuda Dan Sejarahnya

garuda

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 Sekian lama kita hidup di negara Indonesia ini, tapi apakah kita tahu siapa sebenarnya pembuat lambang Garuda Negara Kesatuan Republik Indonesia ? Alangkah lebih baiknya kita sebagai warga negara Indonesia mengetahui tentang siapa pembuat lambang Garuda ini. Berikut informasi yang saya dapatkan.

Sultan Hamid II. Dialah yang merancang lambang pusaka Garuda Pancasila. Beliau lahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak. Lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 12 Juli 1913 dan meninggal di Jakarta, 30 Maret 1978 pada umur 64 tahun. Dalam tubuhnya mengalir darah Arab-Indonesia meskipun pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak. Keduanya sekarang di Belanda.

Berikut cerita singkatnya. Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dan dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober 1945 beliau diangkat menjadi sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II. Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakil daerah istimewa Kalimantan Barat dan selalu turut dalam perundingan-perundingan Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda.

Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran.

Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan “over commando” kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembong APRA.

Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar – karena tidak mengikutsertakan anak buahnya dari KNIL.

Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbu Bandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu, Westerling sempat marah.

Sewaktu RIS (Republik Indonesia Serikat) dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.

Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis Muhammad Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M. A. Pellaupessy, Mohammad Natsir, dan RM Ngabehi Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.

Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M. Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M. Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang.

Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.

Pada tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.

Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali – Garuda Pancasila dan disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri.

AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Departemen Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “’tidak berjambul”’ seperti bentuk sekarang ini.

Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS. Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes, Jakarta pada 15 Februari 1950.

Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno.

Tanggal 20 Maret 1950, bentuk akhir gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk akhir rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.

Hamid II diberhentikan pada 5 April 1950 akibat diduga bersengkokol dengan Westerling dan APRA-nya.

Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H. Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah, Pontianak.

Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan berkas dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara. Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara.

Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang.

Mudah-mudahan dengan mengetahui informasi tentang sejarah pembuatan lambang Garuda ini, bisa memberikan dan menumbuhkan semangat, jiwa, dan rasa nasionalisme didalam diri kita para blogger Indonesia. Amiiin....

 
 
Sumber -> http://oempak.blogspot.com/2010/08/pembuat-lambang-garuda-dan-sejarahnya.html

Dunia Pernah Kehilangan 11 Hari di Tahun 1752!!



 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Ada kejadian aneh yang terjadi pada tahun 1752 bulan september, dimana dunia pernah kehilangan 11 hari. pada bulan september tidak ada tanggal 3 - 13. jadi dari tanggal 2 langsung lompat ke tanggal 14. bagi yang pengen lihat, coba aja atur kalender komputer kalian. cuman sayang, buat pengguna windows, tidak bisa melihat kalender tersebut, bagi yang pakek linux, ato yang selain windows, coba deh, set tanggal komputer kalian bulan september tahun 1752.
 
 
 



 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
The Mystery of the Missing Days (Misteri Hari-hari yang hilang)
oleh Bob Brooke

Pada tanggal 2 September 1752, yang terjadi aneh terjadi yang masih tetap genealogists pada kaki mereka. Pada hari itu, Kepulauan Inggris dan semua koloni Inggris, termasuk Amerika, hilang 11 hari - September 3 sampai 13. Orang-orang pergi tidur dan ketika mereka terbangun keesokan harinya, tanggal telah berubah menjadi 14 September. Ada kerusuhan di daerah pedesaan karena orang-orang berpikir pemerintah mencoba menipu mereka dari 11 hari dari kehidupan mereka. Meskipun hari ini menghilang di tanah Inggris tahun 1752, nomor sudah lenyap di tempat lain - Perancis pada 1582, Austria pada 1584, dan Norwegia pada 1700.

Inggris termasuk di antara negara-negara terakhir di dunia untuk menerima bahwa sebenarnya mereka menggunakan kalender cacat. The kalender Julian - dinamai setelah Julius Caesar, yang diadopsi itu sekitar 45 SM - menyatakan 25 Maret Hari Tahun Baru dan menambahkan bahwa tahun akan 365 hari dan 6 jam lama. Konsili Nicea kalender resmi diadopsi pada tahun 325 Masehi Seperti menjadi mungkin untuk mengukur panjang tahun matahari lebih akurat, astronom menemukan bahwa sistem Julian melebihi tahun solar sebesar 11 menit, atau 24 jam setiap 131 tahun, dan tiga hari setiap 400 tahun. Kelebihan ini berjumlah 10 hari antara 325 SM dan 1582 AD

Memerintahkan Paus Gregorius XIII kalender baru, yang disebut kalender Gregorian pada 1582, ketika sebagian besar dunia melompat maju dengan 10 hari pada tanggal 5 Oktober, sehingga memulihkan vernal equinox Maret 21. Untuk mencegah terulangnya kesalahan ini, ia memerintahkan bahwa, dalam setiap 400 tahun, hari ekstra tahun kabisat seharusnya dihilangkan tiga kali. Untuk mencapai hal ini secara teratur, ia dihilangkan hari terakhir bulan Februari pada tahun yang seratus dua digit pertama tidak dapat dibagi oleh empat tanpa sisa satu. Jadi, itu dihilangkan dalam 1700, 1800, dan 1900, tapi tidak akan dihilangkan pada tahun 2000.

Semua negara Katolik, mengikuti perintah Paus, menerapkan sistem baru. Namun Inggris, maka dalam kesulitan dengan Gereja Roma, menolak untuk ikut dengan kalender baru sampai pertengahan abad ke-18 dan kemudian perbedaan telah tumbuh menjadi 11 hari. Semua tanah kecuali Inggris Skotlandia, yang mengubah kalender 100 tahun sebelumnya, sekarang merayakan Hari Tahun Baru pada tanggal 1 Januari. Di Rusia, kalender Julian tetap digunakan.

Meskipun kalender resmi, orang-orang di Inggris dan koloni-koloni mulai menggunakan sistem Gregorian pada awal abad ke-16. Dengan demikian, banyak catatan kolonial awal termasuk tanggal ganda, ditulis sebagai "12 Feb 1661 / 1662," menunjukkan bahwa, meskipun secara resmi tahun 1661, beberapa menganggap hal itu terjadi 1662.

Genealogists, khususnya yang baru saja memulai pencarian mereka untuk leluhur, perlu memeriksa tanggal ditemukan di negara-negara berbahasa Inggris antara 1582 dan 1752. Apakah ini tanggal yang tertera sebagai OS (Old Style) atau NS (New Style)? Apakah ada tanggal terdaftar sebagai 1750/51? Itu artinya mereka ada mungkin sudah antara 1 Januari dan 24 Maret, yang berarti bahwa 1750 adalah notasi tua-gaya dan 1751, yang baru. Ganda tanggal-tanggal tersebut hanya terjadi pada bulan Januari, Februari dan Maret - pernah dalam bulan lainnya dan tidak pernah setelah 1752.

Selain itu, tanggal di abad ke-17 sering memiliki bulan yang ditunjukkan dengan nomor dan bukan nama. Hal ini karena sebagian besar bulan telah Romawi atau "kafir" nama dan kaum Puritan dan Quaker tidak menyukai mereka. Sejak Maret dianggap sebagai bulan pertama tahun sebelum 1752, tanggal sebelum yang mungkin membaca seperti ini: "13, mo 2: 1683." Ini menjadi "13 April 1683." Secara umum, hari itu tiba bulan pertama dan kedua, tetapi untuk memastikan, genealogists pastikan dengan membandingkan tanggal dengan orang lain dalam catatan yang sama.

Seringkali, perubahan dalam kalender akan menjelaskan kelahiran dua anak tampaknya terlalu pendek dalam suatu periode. Jadi, jika seorang peneliti menemukan bahwa Yosua dan Rachel Smith memiliki seorang putri Maria, lahir 22 Maret 1638, dan dari merekam seorang putra, Henry, lahir 27 Februari 1639, akan terlihat bahwa mereka lahir 28 hari terpisah, tapi benar-benar lahir 11 bulan terpisah, menurut penanggalan lama dan baru.
*)info tambahan: Ternyata 11 hari itu penyesuaian dari selisih menit yang ditetapkan julius caesar (365 hari 6 jam) dengan yang sebenarnya (365 hari 5 jam 48 menit 46 detik)dan negara inggris beserta koloninya melakukan penyesuaian pada tahun 1752.

sumber ; kaskus.us

Apakah Anda Juga Terharu?

Jutaan orang di Amerika dan Eropa meneteskan air matanya setelah menyaksikan foto-foto ini :

Seekor burung betina terkapar di pelataran dengan kondisi tubuh yang parah.

Pasangan jantannya membawakan makanan kepada sang betina dengan kasih sayang dan haru.


Ketika sang jantan sedang memberi makan kepadanya, tak lama kemudian sang betina mati terkulai. Sang jantan sangat terpukul dan berusaha mengangkatnya.



Sang burung jantan akhirnya menyadari bahwa pasangan yang dicintainya telah mati. Ia kemudian “menangis” di hadapan pujaannya yang telah terkapar mati kaku.

Sambil berdiri di samping tubuh sang burung betina, sang jantan kemudian “berteriak” dengan suara yang sangat menyedihkan.

Akhirnya sang burung jantan menyadari bahwa pasangan yang dicintainya telah meninggalkannya dan tak akan bisa hidup kembali bersamanya. Ia berdiri disamping tubuh sang betina dengan sedih dan duka yang mendalam.

Pasangan burung ini dikabarkan diambil fotonya di suatu wilayah di negara Republik Ukraina, saat burung jantan tersebut sedang berusaha menyelamatkan pasangan betinanya.


Sumber: http://bukanisapanjempol.blogspot.com/2010/07/apakah-anda-juga-terharu.html#ixzz0xni7jUQR

Karya Lukisan Mengagumkan Dari Seorang Yang Buta

Esref Armagan dilahirkan buta, dari sebuah keluarga miskin, tetapi hal itu tidak menghentikan niat dia untuk menjadi seorang seniman sukses, tentu saja dengan gaya lukisan yang unik. 
Esref Armagan adalah sosok anak muda yang dewasa, dari kecil dia tidak menerima pendidikan dari bangku sekolahan, tetapi entah bagaimana caranya ia berhasil untuk mengajar dirinya sendiri tentang bagaimana cara membaca dan melukis. Untuk tiga puluh lima tahun terakhir ia telah mengembangkan teknik melukis yang unik dan terus menyempurnakan keahlianya itu. 
 
Seniman Turki ini benar-benar membutuhkan suasana yang sangat tenang saat dia melukis, supaya dia benar-benar bisa mengilhami lukisanya tersebut. Pada awalnya, ia hanya menggunakan satu warna setiap dua atau tiga hari sekali, supaya catnya tersebut bisa kering terlebih dahulu baru dia mulai melukis kembali, tapi ia kemudian menemukan cat akrilik, yang bisa kering jauh lebih cepat dan membuat dia bisa untuk melukis langsung di kanvas. 
 
Percaya atau tidak, gaya lukisannya adalah sangat unik di dunia seni, dan dia menyelesaikan lukisannya tanpa bantuan apapun. Dia telah melukis potret presiden negaranya dan pejabat-pejabat tinggi Turki lainya. Karya Esref Armagan telah dipamerkan di galeri di seluruh Eropa, dan ia adalah publik fitur terkenal di saluran TV populer seperti BBC dan ZDF.
 
 Esref-Armagan-painting

Esref-Armagan-painting2

Esref-Armagan-painting3

Esref-Armagan-painting4

Esref-Armagan-painting5

Esref-Armagan-painting6

Esref-Armagan-painting7

Esref-Armagan-painting8
 
Setelah melihat karyanya, hanya sedikit orang-orang yang percaya bahwa Esref yang melukis semuanya sendiri, atau ragu apakah dia benar-benar dilahirkan buta. Para ilmuwan yang meneliti seniman eksentrik asal Turki ini telah menegaskan bahwa ia benar-benar buta.
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 SourceFlame |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.